Bantul -- Tiga santri TPA Al Islam Ngoto ikuti gelaran Wisuda Tahfidz di pendopo Parasamya Pemda Bantul, Sabtu (2/3). Ketiga santri tersebut adalah Nurul Asyifa (MAN 1 Bantul), Ernita Alfian Maharani dan Jami'atus Solika (keduanya MTsN 1 Bantul).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul bertajuk Wisuda Tahfidz 1.000 Siswa Madrasah. Acara yang baru pertama kali dilaksanakan ini dihadiri Bupati Bantul Suharsono, beserta Forkompinda, Pimpinan OPD di Kabupaten Bantul, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY Edhi Gunawan serta jajaran madrasah se-Kabupaten Bantul.
Bupati Bantul Suharsono merasa bangga terhadap siswa madrasah di Bantul. "Saya merasa bangga, anak-anak madrasah tidak kalah dengan siswa sekolah umum, anak-anak kita ini sebagai aset bangsa," ungkapnya seperti dilansir di laman yogyakarta.kemenag.go.if/2018/web.
Bupati menambahkan, anak merupakan investasi orangtua yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan. "Melalui wisuda tahfidz semoga menjadi bekal dalam membentuk generasi yang berkepribadian berakhlaqul karimah," tandasnya.
Sementara Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan memberikan apresiasi luar biasa kepada jajaran Kantor Kemenag Bantul atas terselenggaranya wisuda tahfidz. "Semoga menumbuhkan kecintaan siswa kepada Alquran, menjadikan sebagai pedoman hidup, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," harapnya.
Sebelumnya Kakankemenag Bantul Buchori Muslim menjelaskan, wisuda tahfidz siswa madrasah merupakan salah satu program unggulan mandatory Kemenag DIY. "Dengan wisuda tahfidz 1.000 siswa madrasah diharapkan dapat mencetak generasi qur'ani, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Buchori Muslim.
Dalam kesempatan ini diwisuda 1.000 siswa, terdiri dari 64 siswa hafal 30 juz, 131 hafal juz 1-20 dan 805 siswa hafal juz 30. Mereka berasal dari 72 madrasah yakni 32 MI, 24 MTs, serta 16 MA di Bantul. (Red)
Komentar
Posting Komentar